Sekali waktu, ketika tidak ada dosen
pengajar di kelas, saya ditanya oleh seorang teman saya yang suka bermain
tebak-tebakkan. “Mengapa setelah Tuhan Yesus disalib tidak ada mujizat berjalan
di atas air lagi?” Waktu itu saya tidak
menjawab, karena memang saya tidak tahu. Lalu katanya,”Karena bisa tenggelam,
soalnya kakinya ada lubang bekas paku..” Teman-teman yang lain tertawa dan
teman saya itu masih melontarkan tebakan-tebakan dan cerita-cerita lucu yang
‘berbau’ rohani. Di lain waktu saya menegornya, tetapi ia menukas, “Just kidding” ini hanya gurauan semata.
Sadarkah,
kadangkala kita senang mendengar, membaca atau malah menceritakan humor,
banyolan dan lawakan yang mengambil objek malaikat atau Tuhan Yesus, hanya
supaya kedengaran rohani, padahal itu merupakan ‘pelecehan’ kepada sorga. Itu
merupakan salah satu bentuk praktek pelanggaran terhadap Firman ketiga “Jangan
menyebut nama Tuhan dengan sembarangan.” (Keluaran 20:7).
Menceritakan
cerita-cerita humor atau membuat tebakan lucu boleh-boleh saja dan itu
merupakan hal yang membuat hidup terasa bergairah dan sukacita. Tetapi
sebaiknya kita tidak mengutak-atik nama Tuhan untuk hal yang tidak sopan.
Apakah nama itu ‘keramat’? Kira-kira kalau mau dikatakan, begitulah...
Nah,
para pembaca sekalian, memang kadangkala kita merasa tergelitik bila
teman-teman kita mulai membuat humor, kita juga ingin melakukannya. Saya tidak
melarang Anda, sebab sampai saat ini memang belum ada undang-undang yang
melarang kita bercanda dan membuat humor. Dalam Amsal juga mengatakan bahwa
hati yang gembira adalah obat yang manjur. Namun yang perlu diingat, jauhilah
kata-kata yang tidak sopan, porno, jorok dan kadang-kadang melecehkan nama
Tuhan. Kalau kita lihat group-group lawak di televisi juga sering melakukan hal
itu. Itu merupakan kata-kata yang sia-sia dan Tuhan Yesus pernah memberi
peringatan untuk hal ini: “Tetapi aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia
yang diucapkan orang harus dipertanggung-jawabkannya pada hari penghakiman”
(Matius 12:36).
Oleh sebab itu, adalah lebih baik
jika kita berlaku sopan, termasuk juga dalam humor kita, sebab itu akan
menunjukkan pribadi kita sebagai anak-anak Tuhan yang selalu menjadi teladan.
Selamat berhumor. Selamat bergurau. Selamat ber-ha-ha-hi-hi....tapi ingat: YANG
SOPAN!

EmoticonEmoticon