Penyakit fisik terkadang merupakan alat di tangan Allah yang
mengukir keindahan ke dalam jiwa kita melalui kesabaran dan penderitaan.
Seorang gadis bernama Lela Gilbert
menderita penyakit kulit yang parah sepanjang masa kecilnya yang tidak
terobati. Kulitnya menjadi merah dan terkelupas. Rasa gatal yang terus menerus
sangat menyakitkan dan memalukan.
Tertekan dan pahit, Lela menghadiri
acara penyembuhan oleh Billy Graham di Los Angeles pada tahun 1963. Lela
kejutkan dirinya sendiri dengan menyerahkan masa depannya kepada Tuhan Yesus.
Empat tahun kemudian, Lela sedang
berjalan di suatu jalanan di California Selatan, ketika sebuah pikiran tak
diundang datang kepdanya dengan keyakinan luar biasa. Seolah-olah suara itu
berkata “Aku akan menyembuhkan kulitmu.” Ia memberitahu ibunya, yang
menggelengkan kepala tidak yakin. “Baiklah, asal tidak berharap terlalu
tinggi,” ia memperingatkan putrinya itu.
Namun Lela sungguh sangat berharap.
Dalam beberapa minggu ia sembuh total sehingga ia kemudian menjadi seorang
model busana. Ia belajar tiga hal dari pengalaman itu: “Bangkitlah dan teruskanlah
hidupmu, betapapun keadaan-keadaannya menyakitkan. Tunjukkanlah belas kasihan
kepada orang sakit dan putus asa.” Yang terpenting katanya, “Teruslah berharap
sungguh kepada Allah.” Walaupun penyakit kulit menguasai kehidupannya selama
lebih dari dua dekade, kuasa Allah menengahi dan dengan dramatis mengubah dia,
baik di dalam maupun di luarnya.
Memang ada orang yang memusatkan
perhatian pada penyembuhan fisik. Mereka mengadakan seminar-seminar dan
mengutip Alkitab yang menegaskan kuasa penyembuhan Allah. Walaupun Yesus
mengadakan banyak penyembuhan selama pelayanan-Nya di dunia, tetapi Ia tidak
datang ke dunia hanya untuk menyembuhkan. Ia datang untuk tujuan yang lebih
besar, menebus jiwa kita.
Ada
kalanya Allah membiarkan penyakit, penderitaan dan ketidaknyamanan fisik
memperdalam kita, mempersiap-kan kita untuk karya yang lebih besar dalam hidup
kita. Begitu Ia mencapai tujuan-Nya melalui penyakit kita, Ia mungkin segera
menghilangkan penyakit dan penderitaan kita itu agar kita dapat bergerak menuju
bidang-bidang pertumbuhan dan kematangan yang lain.
Bahwa aku tertindas itu
baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.
Mazmur 119:71

EmoticonEmoticon